Home Aneka-Puisi Puisi Pleidoi Pelʌcur | Puisi Oh Maya

Puisi Pleidoi Pelʌcur | Puisi Oh Maya

6
0

Puisi dan kata bijak. Puisi pleidoi maya. Berbicara tentang kata pleidoi artinya suatu pembelaan yang sering terjadi di pengadilan.

Dan kata maya, menyerupai pada kosakata judul puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak adalah, sesuatu hal yang tak nyata, tidak jelas, namuan terkadang kenyataannya ada.

Dan adapun masing masing judul puisi diterbitkan puisi dan kata bijak antara lain:

  • Puisi pledoi pelʌcur
  • Puisi oh maya

Salah satu penggalan baitnya. “Pelʌcur kelas teri Terdiam dari balik paling sunyi Kemudian berjalan selangkah menuju mimbar yang mulya berp0se di etalase beling Hingga bᥱlah dada tersaji indahnya.

Puisi Pleidoi Pelʌcur | Puisi Oh Maya

Bagaimana kata kata puisi dan dongeng puisi dalam bait puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, apakah terdapat kata kata problem hidup atau tentang kata kata dunia maya, untuk lebih jelasnya disimak saja diberikut ini

PUISI PLEIDOI P-E-L-Ʌ-C-U-R

Pak hakim yang bertoga mulya
Sungguh kutakkan bisa membela
Apa itu salah dan dosa
Teriak Lastri dalam batinnya berontak

Lastri sang pelʌcur kelas teri
Terdiam dari balik paling sunyi
Kemudian berjalan selangkah menuju mimbar yang mulya
Diraihnya tangan yang penuh wibawa
Sambil setengah berbisik berkata

Yang mulya kalau engkau rindu akan cinta
Rabalah sebelah dada ini
Mumpung kancing bajuku tinggal tersisa satu lagi

Pak Hakim pun mulai meraba
Lalu bertanya
Lastri, memang tarifmu semalam berapa
Seketika pengunjung sidang bertanyatanya
Apa yang sudah terjadi di depan mata
Apakah pak Hakim tengah berc!nta

Semua spesialuntuk bisa gelengkan kepala
Tak disangkasangka

BKA
Batavia, 170716
0338

PUISI OH MAYA

Gila!
Maya merajalela
Meraba sesak dada
Merayu dalam bibir yang polesannya mengg0da
Ah, kembali saya dibuatmu tak berdaya

Artikel Terkait :
Puisi Saya Kembali | Puisi Cinta Bahagia

Mendadak gamer-gamer terlahir
Menjadi paling ahli
Belum deret gadis atau janda berp0se di etalase kaca
Hingga belah dada tersaji indahnya

Degup jantung terpompa seiring tawa
Pembagian sedekah gift mengalir dengan ikhlasnya
Rupiah dicecer padamu maya
Yang berulang kali butakan mata
Yang masih saja melukiskan fatamorgana

Belum sudah berapa puisi kubaca
Seperti berpacu dengan rasa
Ada yang memaki, ada yang berc!nta

Lalu membenihkan apa saja
Bunting pada rahim ibu siapa
Yang ayah bundanya spesialuntuklah debu-debu
Menempel lalu menghilang begitu saja
Saat angin meniup dari banyak sekali arah

Lalu kembali lagi menusuk kornea
Hingga di depan kaca
Matamata buta

Oh maya
Sungguh dikau siraja tega
Membuta rindu dan cinta
Memperk0sa batin yang masih gagap mengeja
Sampai daku dan mitra karibku terlena
Pada rebah paling dada

Sebab di dadamu
Nafasnafas kami diburu
Sedang saya merindu
Sedang kamu ialah bayangbayang sisi petangku

Oh maya
Tak cukupkah sudah
Aku terkapar tak berdaya
Atau kamu kan biarkan kami
Mati pada arah yang terlupa

Gulagula
Manisnya di depan mata
Pahitnya hingga kehati
Pada kasmaran yang menipu diri

BKA
Batavia, 210716

Demikianlah puisi seorang pleidoi maya. Baca juga puisi puisi karya dari Berliana Kharisma Ayu, yang lain yang kami update di blog ini, Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaa, Jangan lupa di share puisinya, bila berdasarkan anda menarikdanunik… Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label guaka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.