Home Aneka-Puisi Puisi Surat Terakhir

Puisi Surat Terakhir

9
0

Puisi surat terakhir. Pengertian Surat yakni suatu masukana komunikasi tertulis untuk memberikan info, pernyataan atau pesan pada pihak lain yang mempunyai keperluan aktivitas dengan bentuk tertentu. dengan demikian surat membawa diberita, pernyataan atau pesan yg dibutuhkan informasi itu akan tersampaikan kepada yg dituju oelh penulis surat.

Jika ditinjau dari sifatnya, surat artinya jenis karangan atau paparan, lantaran pengirim surat mengemukakan maksud serta tujuannya, serta membuktikan apa yg dipikirkannya serta dirasakannya melalui surat. tidak sama halnya Jika dicermati dari wujud penuturannya, surat yakni percapakan tertulis, dari seorang pada seseorang, asal seseorang pada forum, asal lembaga kepada seorang, atau dari lembaga ke forum.

Dan apabila ditinjau dari fungsinya, surat ialah masukana komunikasi tertulis. Komunikasi tersebut dapat berupa pengumuman, pemdiberitahuan, informasi dan lain sebagainya. Berkaitan dengan kata surat, diberikut ini puisi wacana surat, adapun masing masing judul puisinya antara lain.

  • Puisi surat terakhir
  • Puisi surat untuk ratih
  • Puisi surat kecil dari sebrang
  • Surat terakhir II

Salah satu pecahan bait dari ketiga puisi surat tersebut, “Surat untuk kekasih surat cinta menulis sebatang pesan kepadamu Kau pergi di hari itu, saya menemukan syair indah dalam bisik senyum anganmu”. Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya diberikut ini.

Puisi Surat Terakhir

Tak lekang oleh waktu
bayang kenangan antara saya dan engkau
kan kubawa itu hingga helaan terakhir nafasku
tiruana,,,,, wacana kisah kita

dan,,,, bilapun kamu ingat aku
ku kan selalu memandangmu
bilapun kamu merindukanku
ku kan hadir untukmu
bilapun kamu cuek membekukan ragamu
peluk hangatku kan selalu ada untukmu

rinduku untukmu
jaga hatimu

28.01.2015
Shefty

Puisi Surat Untuk Ratih
Penyair Kecil

Surat untuk ratih, saya titipkan di gita rindu bulan ke tujuh
Terpulas pulas dipeluk sesal yang mengutuk tubuh
Ini saya bersama suratku, saya menulis sebatang pesan kepadamu
Kau pergi di hari itu, saya menemukan surat-surat tertulis syair indah dalam bisik senyum anganmu
Dik ratih, jendela-jendela yang kamu tabur dengan embun wajah bayangmu
Saat ini masih membekas jelas, terasa terperinci di ketika hujan deras
Banyak sisa-sisa kisah sehabis hujan tiada

Artikel Terkait :
Puisi Terpelanting Dalam Tebing Mimpi

Dik ratih bacalah suratku di hari pengantinmu bersamanya
Dan ketika itu saya serasa di antara dua makna
Bersama luka, saya memdiberimu kebahagiaan nyata

Jakarta 21 Mei 2015.

Puisi Surat Kecil Dari Sebrang
Karya : Penyair Kecil

Surat kecil dari sebrang
Melayang-layang jua angan
Terkubur busuk tak bertuan
Suratmu menghilang merimbun kehancuran

Jangan kembali lagi untuk hari ini atau lusa nanti
Aku sudah membaur bersama sedih lara
Sekian usang saya merindu dengan bait puisi yang tergeletak mati
Karena saya bukan rangkaian kata dari suratmu,
spesialuntuk saya serupa tiang tak ada bendera
Diam tak ada satu kehormatan yang nyata

Tegal, 13 September 2015.

PUISI SURAT TERAKHIR
Ivan

Dan lagi, maaf menusuk hunus paling dada
Lalu; seenaknya mencabik hati
Diam! Sekarang ikuti inginku
Cukup fahami malam, (aku)
Sedang memelukmu!

Ranum, alasannya samar sudah pulang
Serupa (ia) puisi paling belati pun berakhir
Halaman buku dalam diksi ketiadaan
Angin dan beberapa potong wajahmu

Terbata fiksi gendingkan suaraku
Laun meraut pasi noktah yang buram
Pijar tuturku hilang!
Kemana? Ke penjuru bumi
kembali tertulis

Angin’
Surabaya 310517
—————

Demikianlah puisi surat terakhir.  Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaa. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label guaka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.