Home Filsafat Kegunaan Filsafat

Kegunaan Filsafat

7
0
Untuk apa kita harus berguru filsafat? Kita kan tidak kepingin jadi filosof. Selain untuk mencukupi SKS dan memenuhi ketentuan akademis, apa memang ada kegunaan lain dari filsafat? Jika saya ingin mengetahui tanggapan filosofis terhadap aneka macam dilema hidup dan permasalahan dunia, ternyata filsafat bukannya sanggup memperlihatkan tanggapan yang niscaya dan jalan keluar yang aman. Malah filsafat lebih banyak merupakan kegiatan olah otak (sebagai lawan dari olahraga) yang mempersoalkan tanggapan yang ada, bahkan pertanyaan yang diajukan.

Tidak mendapat tanggapan niscaya atas pertanyaan hakikat, dan tidak memperoleh jalan keluar dari problema yang membelit tentu menggelisahkan. Sesudah ada tanggapan malah dipersoalkan atau mempersoalkan yang sehari-hari tidak menjadi persoalan, ibarat yang dilakukan filsafat, ‘kan malah membingungkan. Tetapi mempermasalahkan hakikat dilema dan mempertanyakan tanggapan yang dikembangkan,akan menciptakan kita lebih cerdik dan bijaksana dalam mengarungi kehidupan dan memahami alam. Lebih cerdik dan bijaksana inilah merupakan faedah utama filsafat. Seperti namanya, filsafat, kita tidak menguasai pengetahuan, kita hanya cinta pada kebijaksanaan.

Apa faedah lain dari filsafat? Sadar atau tidak, kita berpikir, merenung, menentukan dan bertingkah laris dan bertindak menurut keyakinan yang kita panuti dan nilai merupakan permasalahan yang tidak tuntas dijawab hanya dengan tradisi, konvensi, ilmu, atau gabung semuanya.

Pencarian dan penuntasan masalah itu akan banyak terbantu dengan filsafat. Filsafat itu yaitu suatu bab dari keyakinan dan tindakan kita, meskipun kebanyakan hal ini tanpa kita sadari. Jika kita menyadari, maka tentu akan lebih baik. Membuat Anda lebih sadar ini merupakan filsafat.

Barangkali, kegunaan lain filsafat yaitu kemampuannya untuk memperluas bidang-bidang keinsafan kita. Banyak orang mempunyai pengetahuan yang banyak tetapi picik, mempunyai keterampilan yang berharga, tetapi tidak berwawasan, dan berkuasa tetapi tidak berprikemanusiaan.

Mereka tidak insyaf. Mereka laksana katak dalam tempurung. Karena tersungkup dalam ruang kecil pengap, mereka menyombongkan diri dan menduga bahwa merekalah paling pintar, paling terampil, paling berkuasa, paling ahli, dan paling segalanya. Filsafat akan bisa menguakkan awan tebal yang mencakup surya kearifan, serta bisa membebaskan mereka dari ‘tempurung yang menyesatkan itu’. Ketidakmampuan filsafat mengatakan tanggapan niscaya terhadap permasalahan kehidupan akan menciptakan kita sadar, insyaf dan tidak sombong atas keterbatasan insan sebagai insan dengan berguru filsafat kita akan lebih manusiawi.
Artikel Terkait :
Contoh Makalah Filsafat Ilmu - Dimensi Kajian Filsafat Ilmu