Home Hikmah Allah Tidak Pernah Terlambat

Allah Tidak Pernah Terlambat

12
0
Sudut Hukum | Alhamdulillah. Semoga Allah Yang Maha Mendengar, senantiasa memperlihatkan petunjuk kepada kita sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang bakir bersyukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Syaikh Ibnu Atho’illah, semoga Allah meridhoinya, menerangkan, “Jangan menuntut Allah sebab terlambatnya ajakan yang telah engkau minta kepada-Nya, tetapi hendaknya engkau koreksi dirimu, tuntut dirimu, supaya tidak terlambat melakukan kewajiban-kewajibanmu terhadap Allah, Tuhanmu.”
Kaprikornus saudaraku, jikalau kita mengenal Allah Swt. dengan baik, maka niscaya kita tidak akan protes terhadap Allah atas apapun yang Allah memutuskan untuk kita. Karena, Allah ialah pencipta kita, Allah yang mempunyai diri kita, dan Allah Maha Tahu segala permasalahan dan keperluan kita.
 senantiasa memperlihatkan petunjuk kepada kita sehingga kita dapat menjadi hamba Allah Tidak Pernah Terlambat
Tanpa kita jelaskan kepada Allah, bergotong-royong Allah sudah mengetahui setiap problem kita dan kebutuhan kita. Karena permasalahan kita pun tidak akan ada kecuali Allah yang mengizinkan. Kita lapar, Allah yang membuat lapar. Dan, pada ketika yang sama, Allah pula yang membuat rezeki berupa makanan.
Kita tidak mengerti mengapa kita harus mencicipi haus. Namun, Allah membuat haus itu dan sekaligus membuat air untuk memenuhinya. Allah membuat badan kita ini dengan 70%-nya merupakan air. Dan, Allah pun tahu kita tidak akan dapat bertahan usang kalau hidup tanpa air. Memang ada kalanya Allah mengizinkan tidak ada air untuk beberapa saat, namun niscaya ada hikmahnya.
Ada kalanya pula dalam keadaan lapar, Allah menghendaki biar kita tidak pribadi bertemu dengan kuliner sehingga beberapa ketika kita harus mencicipi lapar lebih lama. Namun, niscaya ada hikmahnya. Boleh jadi supaya kita dapat lebih mensyukuri nikmat Allah, yang mana selama ini kita seringkali lupa kalau kuliner dengan gampang kita temukan.
Dengan ditundanya makanan, maka ketika kita jadinya bertemu dengan kuliner meski sedikit saja, rasanya akan lebih nikmat. Kalau kita terbiasa dengan kuliner yang berlimpah, maka akan kurang rasa syukurnya. Maka, untuk melatih kita bakir bersyukur, ditahanlah kuliner oleh Allah Swt.
Oleh sebab itu sahabatku, janganlah berburuk sangka kepada Allah jikalau suatu ketika ada permohonan kita atau ada kebutuhan kita yang kita rasa terlambat terpenuhi. Jangan kita jelek sangka kepada Allah kalau suatu ketika kita berdoa dan berusaha sekuat tenaga, namun cita-cita kita mashi belum juga terwujud.
Allah Swt. berfirman dalam sebuah hadits qudsi, “Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku.” (Muttafaqun’alaih).
Jangan fokus pada permohonan, keinginan, yang belum dipenuhi oleh Allah Swt., namun fokuslah pada kekurangan kita, pada keterlambatan kita untuk menunaikan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Seperti seseorang yang belum juga mendapat jodoh, jangan berpikir jodohnya terlambat. Karena tindakan Allah tidak pernah ada yang terlambat. Allah selalu sempurna waktu, memberi kita di waktu yang sempurna menurut-Nya untuk kita.
Perhatikanlah organ badan kita. Mata kita berkedip secara impulsif tanpa ada keterlambatan. Jantung kita berdegup memompa darah, juga tanpa keterlambatan. Paru-paru kita berfungsi memompa udara juga tanpa keterlambatan. Semuanya sempurna pada waktunya dan teratur. Kita seringkali lupa pada hal-hal menyerupai ini. Padahal kita tidak pernah meminta kepada Allah supaya mata kita berkedip, jantung berdegup dan paru-paru bekerja sempurna pada waktunya, namun semuanya beres sebab Allah Maha Tahu keperluan kita. Subhaanallah.
Ketika kita merasa Allah terlambat mengabulkan doa kita, maka itu ialah bentuk jelek sangka kita kepada-Nya. Padahal mengabulkan doa bukanlah urusan kita. Urusan kita ialah berdoa kepada Allah, sebab doa ialah ibadah kita kepada-Nya. Wallahu a’lam bishowab.[*smstauhiid.com–Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar]
Artikel Terkait :
Sejarah Perkembangan Sumbangan Aturan Di Indonesia