Home Biologi Proses Fertilisasi, Kehamilan Dan Perkembangan Embrio

Proses Fertilisasi, Kehamilan Dan Perkembangan Embrio

5
0

– Fertilisasi, gestasi, dan partus merupakan tiga istilah biologi yang erat kaitannya dengan sistem reproduksi wanita. Ketiganya merupakan proses yang dilalui oleh insan dalam menghasilkan keturunan. Diawali dengan pembentukan sel-sel kelam1n, proses selanjutnya yakni pembuahan atau fertilisasi. Setelah terjadi pembuahan, maka zigot hasil pembuahan akan tumbuh menjadi janin selama masa kehamilan atau gestasi. Setelah bayi dalam kandungan tepat dan siap untuk dilahirkan, maka perempuan akan memasuki masa partus atau kelahiran. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, sistem reproduksi perempuan dipengaruhi oleh hormon-hormon reproduksi yang berasal dari kelenjar hipotalamus, hipofisis, dan ovarium. Begitupula dengan proses kelahiran yang juga melibatkan tugas beberapa hormon. Pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana proses fertilisasi, kehamilan, perkembangan embrio, dan proses kelahiran.

Fertilisasi atau Pembuahan

Fertilisasi yakni proses penggabungan sel sp3rma dengan ovum. Pembuahan pada insan berlangsung di dalam tubuh perempuan sehingga disebut dengan istilah fertilisasi internal.

Peristiwa fertilisasi terjadi ketika sp3rmatozoa yang masuk ke sistem reproduksi perempuan membuahi ovum di tuba fallopi atau oviduk. Saat terjadi ej4kulasi di dalam kanal reproduksi wanita, sp3rma akan tetap hidup selama beberapa hari.

Sp3rmatozoa sanggup bergerak dengan dukungan ekornya. Sp3rmatozoa bergerak dengan kecepatan mencapai 12 m per jam di sepanjang tuba fallopi. Pergerakan tersebut dibantu oleh pergerakan dinding rahin dan dinding tuba fallopi.

Selain itu, lisan rahim juga mengeluarkan cairan atau lendir encer sehingga sp3rmatozoa sanggup berenang dengan lancar dalam rahim menuju kanal telur untuk menemukan ovum dan membuahinya.

ketika sp3rma memasuki rahim, kontraksi pada dinding uterin akan membantu sp3rma mendekati ovum. Setelah sp3rma bertemu dengan ovum maka biasanya sp3rma kehilangan ekornya ketika masuk untuk membuahi ovum.

Untuk membuahi sel telur, diharapkan sp3rmatozoa dalam jumlah lebih dari 20 juta dan dari jumlah tersebut hanya ada satu sp3rmatozoa yang berhasil membuahi ovum sedangkan yang lainnya akan mati terserap oleh tubuh.

Artikel Terkait :
Sistem Penjabaran 2 Kingdom | Pengertian Dan Definisi

Sebelum terjadi fertilisasi, sp3rma akan mengeluarkan enzim hialuronidase untuk melubangi protein penyelubung sel telur. Setelah dinging sel telur berlubang, bab kepala dan bab tengah sel sp3rma akan masuk ke dalam sel telur sedangkan bab ekornya akan putus dan tertinggal.

Sekitar 24 hingga 30 jam sesudah pembuahan, zigot yang terbentuk akan menuntaskan pembagian sel pertamanya. Zigot melaksanakan pembelahan secara mitosis, satu sel menjadi dua sel, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, delapan menjadi enam belas dan begitu seterusnya.

Pembelahan tersebut berlangsung di sepanjang kanal tuba fallopi, sambil berjalan menuju uterus. Pergerakan zigot menuju uterus dibantu oleh rambut getar yang berada di sepanjang tuba fallopi.

Perkembangan Embrio dalam Rahim

Selama perjalanannya menuju rahim, zigot akan terus membelah sehingga diharapkan nutrisi untuk menjamin kehidupannya. Kebutuhan nutrisi tersebut dipenuhi oleh kuning telur yang akan menyediakan kuliner hingga zigot tertanam di rahim.

Pembelahan zigot terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1. Morula
2. Blastula
3. Gastrula

Mulanya Zigot akan membelah hingga menjadi 32 sel yang disebut morula. Selanjutnya, di dalam morula terbentuk rongga yang disebut balstosoel dan menjelma balstula.

Blastula akan bergerak ke bab rahim dan di dalam rahim zigot yang aktif membelah akan mengeluarkan enzim untuk melebur sel-sel pada lapisan lendir dinding rahim. Selanjutnya terjadi implantasi yaitu tertanamnya blastula pada dinding rahim.

Pada masa implantasi, korpus luteum akan menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi merangsang pertumbuhan rahim. Selanjutnya, estrogen dan progesteron mengatur supaya menstruasi tidak terjadi.

 dan partus merupakan tiga istilah biologi yang erat kaitannya dengan sistem reproduksi wa Proses Fertilisasi, Kehamilan dan Perkembangan Embrio

Blastula yang telah melekat terus melaksanakan pembelahan hingga dihasilkan gastrula. Pada tahap gastrula, bintik benih mengalami pertumbuhan sel yang berbeda-beda dan membagi diri menjadi beberapa lapisan sel yang berbeda sifat.

Artikel Terkait :
Gangguan Atau Penyakit Pada Sistem Pernapasan

Lapisan-lapisan tersebut terdiri dari:
1. Lapisan luar (ektoderma)
2. Lapisan tengah (mesoderma)
3. Lapisan dalam (endoderma)

Gastrula akan menjelma embrio dan risikonya embrio akan menjelma janin di dalam rahim. Saat embrio tumbuh, endoderma menjelma batas epitelium gastrointestinum, alat pernapasan, dan sejumlah organ. Mesoderma membentuk peritonium, otot, tulang, dan jaringan ikat. Sedangkan ektoderma membentuk kulit dan sistem saraf.

Baca juga : Kumpulan Soal dan Jawaban Fertilisasi & Perkembangan Embrio.

Pembentukan Membran Embrio

Selama periode embrionik, akan dibuat membran embrio yang ditujukan untuk menunjang kehidupan dan perkembangan embrio. Membran-membran ini berada di luar embrio.

Membran embrio dibagi menjadi empat macam, yaitu:
1. Kantung kuning telur
2. Amnion
3. Korion
4. Alantois

Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis yang berisi persediaan makanan. Kantung kuning telur berfungsi untuk menyediakan kawasan mula-mula bagi pembentukan darah dan mengandung sel-sel yang akan berembang menjadi sp3rmatogonium atau oogonium sesudah bayi dewasa.

Amnion yakni kantung yang berisi cairan kawasan embrio mengapung. Amnion merupakan membran pelindung yang tebal berfungsi untuk menyelubungi embrio. cairan amnion berfungsi melindungi embrio dari goresan atau benturan dan mengatur suhu tubuh embrio.

Korion yakni derivat dari ektoderma dan mesoderma tropoblas berupa dinding berjonjot. Korion menjadi bab utama plasenta. Membran ini menyelubungi amnion dan kantung kuning telur.

Alantois merupakan membran vaskular kecil yang berfungsi sebagai organ respirasi, kanal makanan, dan pembuangan sisa metabolisme. Pada insan alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai tubuh yaitu bab yang akan menjelma tali pusat. Alantois menghubungkan sirkulasi darah embrio dengan plasenta.

Plasenta merupakan organ yang tumbuh dalam dinding rahim yang berasal dari korion dan endometrium. Berikut beberapa fungsi dari plasenta:
1. Difusi oksigen dan nutrisi dari darah ibu ke janin
2. Difusi karbondioksida dan sisa metabolisme janin ke darah ibu
3. Mencegah mikroorganisme masuk ke tubuh janin
4. Menyuplai kuliner ke tubuh janin
5. Menghasilkan hormon untuk memelihara kehamilan.

Artikel Terkait :
Nadh Yaitu | Pengertian Dan Definisi

Kehamilan dan Persalinan

Begitu terjadi pembuahan dan zigot dihasilkan, maka zigot akan tumbuh menjadi embrio di dalam rahim semenjak terjadi fertilisasi hingga dilahirkan. Masa kehamilan insan berkisar 266 hari atau 9 bulan.

Wanita yang sedang hami mustahil mengalami menstruasi alasannya yakni hormon yang biasa dipakai untuk mematangkan sel telur berubah fungsi yaitu sebagai penyedia kuliner bagi bayi.

Kehidupan di dalam rahim mempunyai tiga periode, yaitu:
1. Periode Preembrionik (dua setengah ahad pertama)
2. Periode Embrionik (Sampai simpulan ahad ke-8)
3. Periode Fetus (mingguk ke-8 hingga kelhairan)

Pada periode preembrionik, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel dan terbentuk segumpal sel yang membenamkan diri pada dinding rahim. Selanjutnya, pada periode embrionik, dihasilkan embrio dan pada tahap ini organ derta sistem tubuh mulai terbentuk.

Pada periode fetus, embrio telah menjelma fetus. Ciri khusus tahapan ini yakni terlihatnya fetus mirip insan dengan wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya.

Setelah masa kehamilan selesai dan bayi siap untuk dilahirkan maka akan dilakukan persalinan. Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Proses kelahiran melibatkan beberapa hormon, yaitu:
1. Estrogen
2. Prostaglandin
3. Relaksin
4. Oksitosin

Estrogen menghambat hormon progesteron dan membantu kontraksi dinding rahim. Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin dan berfungsi untuk menghambar progesteron. Bersama estrogen, hormon oksitosin membantu kontraksi dinding uterus.

Hormon relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan berfungsi untuk membantu peregangan otot pada simfisis pubis sehingga sanggup melonggarkan tulang panggul dan melunakkan serviks.