Home Biologi Proses Pembentukan Tulang Osifikasi Pada Manusia

Proses Pembentukan Tulang Osifikasi Pada Manusia

3
0

– Osifikasi. Rangka badan insan terbentuk pada final bulan kedua masa kehamilan. Selama perkembangan embrio, sebagian besar rangka badan masih dalam bentuk kartilago atau tulang rawan. Kartilago berwarna transparan dan bersifat lentur. Ketika dilhairkan, rangka atau tulang bayi juga masih elastis dan tidak sekeras tulang orang dewasa. Kondisi tulang bayi tersebut mempermudah proses persalinan. Tentu proses kelahiran akan sulit dan menyakitkan kalau tulang bayi bersifat keras layaknya tulang orang dewasa. Seiring dengan perkembangan usianya, tulang-tulang bayi akan mengalami pengerasan atau dikenal dengan istilah osifikasi. Pada kesempatan ini, Bahan berguru sekolah akan membahas proses pembentukan tulang atau osifikasi pada manusia.

Proses Pembentukan Tulang

Rangka badan insan terdiri dari tulang-tulang yang berjumlah lebih kurang 206 buah tulang. Tulang-tulang tersebut terbentuk sebab keberadaan sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel penyusun tulang yang memegang peranan penting dalam proses pembentukannya yaitu osteoblas dan osteoklas. Kedua sel tersebut bertugas dalam proses pembentukan, perkembangan, pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan tulang.

Osifikasi atau pengerasan tulang yaitu proses pembentukan tulang rawan menjadi tulang sejati. Proses ini bermula dengan pembentukan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) pada rongga yang ada di tengah kartilago. Sel-sel tulang terbentuk secara kosentris dari dalam ke luar.

Sel-sel tulang juga menempati jaringan pengikat yang ada di sekeliling rongga. Tiap sel tulang yang terbentuk melingkari pembuluh darah kapiler arteri, vena, dan serabut saraf membentuk sistem Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang.

SUBTOPIK

Artikel Terkait :
Macam Jenis-Jenis Persendian Insan Dan Hewan

Pembuluh darah yang terdapat pada sistem Havers bertugas mengangkut zat fosfor dan kalsium menuju matriks. Kalsium dan fosfor inilah yang memegang kiprah penting dalam proses pembentukan tulang sebab kedua zat tersebut menjadikan matriks tulang mengalami pengerasan sehingga terjadilah proses osifikasi atau penulangan.

Bedasarkan matriksnya, jaringan tulang yang terbentuk dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Tulag spons
2. Tulang kompak

Tulang spons yaitu tulang yang mempunyai rongga pada matriksnya. Tulang spons sanggup ditemukan pada tulang-tulang pipih dan tulang pendek. Sedangkan tulang yang mempunyai matriks padat dan rapat disebut tulang kompak. Jenis tulang yang termasuk tulang kompak antaralain tulang pipa atau tulang panjang.

Secara garis besar, proses pembentukan tulang atau osifikasi sanggup dibedakan menjadi dua tahap atau dua proses. Proses yang pertama yaitu osifikasi intramembran dan proses kedua yaitu osifikasi endokondrium.

#1 Osifikasi Intramembran
Osifikasi intramembran merupakan proses pergantian membran menjadi jaringan tulang yang hanya terjadi pada tulang pipih tertentu. Pada tahap ini, membran akan digantikan oleh jaringan tulang. Proses dimulai dengan berkembangnya tulang spons di sentra osifikasi. Selanjutnya terbentuk jaringan tulang spons pada sumusm tulang merah yang diikuti dengan pembentukan tulang padat di penggalan luarnya.

#2 Osifikasi Endokondrium
Osifikasi endokondrium yaitu proses pengerasan yang membentuk tulang sejati. Pada proses ini, tulang rawan hialin akan digantikan oleh jaringan tulang keras. Osifikasi endokondrium terjadi pada sebagain besar tulang penyusun rangka tubuh.

Osifikasi Tulang Pipa

Tulang pipa atau tulang panjang yaitu tulang sejati yang berbentuk tabung dan umumnya mempunyai rongga. Tulang pipa dibagi menjadi tiga bagian, yaitu penggalan ujung (epifisis), penggalan tengah (diafisis), dan penggalan di antara epifisis dan diafisis yang disebut cakra epifisis.

 Rangka badan insan terbentuk pada final bulan kedua masa kehamilan PROSES PEMBENTUKAN TULANG OSIFIKASI PADA MANUSIA

Gambar di atas merupakan bagan sederhana proses pembentukan tulang. Secara sederhana, proses pembentukan tulang yaitu sebagai berikut :

Artikel Terkait :
Pengertian Tulang Rawan

Sel mesenkin → membentuk kartilago → osteoblas mengisi penggalan dalam kartilago → osteoblas membentuk sel tulang (osteosit) secara kosentris → terbentuk sistem Havers → terbentuk protein matriks tulang → fosfor dan kalsium masuk ke dalam matriks melalui pembuluh darah sistem Havers → matriks tulang mengeras.

Berdasarkan gambar dan bagan singkat di atas, maka proses pembentukan tulang pipa sanggup dijabarkan melalui beberapa tahapan dimulai dari pembentukan tulang rawan sampai pengerasan matriks pada tulang.

#1 Pembentukan Tulang Rawan
Tulang rawan atau kartilago dibuat oleh sel-sel mesenkim. Tulang ini tersusun atas sel-sel tulang rawan yang disebut kondrosit. Kondrosit dibuat oleh kondroblas. Pada sentra osifikasi primer pada model tulang rawan, tulang rawan hialin pecah membentuk rongga. Bagian dalam kartilago terisi osteoblas.

#2 Pembentukan Sel Tulang
Osteoblas yang mengisi rongga pada kartilago melalui kuncup perisoteum mulai membentuk sel-sel tulang. Sel-sel tulang dibuat secara kosentris dari dalam ke luar. Melalui proses ini, osteoblas menghasilkan jaringan tulang spons. Jaringan spons ini nanti akan berganti menjadi rongga medula.

#3 Pembentukan Sistem Havers dan Matriks Tulang
Sel-sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang akan menjadi matriks tulang. Pembuluh darah pada sistem Havers akan mengangkut zat fosfor dan kalsium ke dalam matriks yang menjadikan matriks mengeras.

#4 Pembentukan Rongga Medula
Ketika osteoklas merombak jaringan tulang spons maka terbentuk rongga medula. Rongga ini akan semakin besar mengikuti penyebaran sentra osifikasi primer ke penggalan ujung tulang. Pada penggalan luar tulang, jaringan tulang rawan digantikan oleh jaringan tulang.

#5 Pembentukan Pusat Osifikasi Sekunder
Pusat osifikasi sekunder terbentuk di bagain ujung atau epifisis. Pada penggalan tersebut juga terbentuk periosteum yang mengandung osteoblas. Pembuluh darah pada penggalan sentra osifikasi primer disebut pembuluh darah epifisis. Osifikasi sekunder menjadikan pemanjangan tulang.

Artikel Terkait :
Contoh Soal Uas Biologi Kelas Xii Semester 1 Beserta Balasan Part-3

#6 Pembentukan Tulang Rawan Persendian
Tulang rawan persendian terbentuk dari tulang rawan awal yang tersisa di luar epifisis. Di penggalan epifisis akan terbentuk jaringan tulang spons dan jaringan tersebut akan berkembang atau tidak digantikan oleh rongga medula. Di antara tempat sentra osifikasi primer dan sentra osifikasi sekunder terdapat sisa tulang rawan yang kemudian dikenal sebagai lempeng epifisis.